Minggu, 27 Maret 2011

Pakai Kata 'App Store', Apple Incar Toko Porno

Pakai Kata 'App Store', Apple Incar Toko Porno

Jum'at, 25 Maret 2011 - 14:34 wib
<!--div class="ts fr"> text TEXT SIZE :  
Susetyo Dwi Prihadi - Okezone
CALIFORNIA - Apple semakin serius dalam menjaga nama 'App Store' sebagai bagian eksklusif mereka. Setelah sebelumnya akan menggugat Amazon, perusahaan ini juga tengah menyiapkan pengacara untuk menyerang toko penyedia konten dewasa.

Toko konten dewasa, Mikandi, baru-baru ini mendapat surat peringatan keras dari Apple atas penggunaan kata App Store pada toko online mereka. Apalagi MiKandi merupakan toko yang berbau 'seks' yang sangat dihindari Apple.

Dikutip AppleInsider, Jumat (25/3/2011), MiKandi adalah layanan download kedua yang digugat oleh Apple hanya dalam satu bulan, yang pertama Amazon AppStore untuk Android.

Tidak mengherankan, MiKandi akhirnya mengubah semua referensi dari "app store" untuk "app Market," dan mengubah nama resmi "App Store"menjadi "MiKandi App Market" di situsnya.

"Itu hanya tidak layak bagi kita untuk melawan tim hukum Apple selama ini dengan diri kita sendiri," kata co-founder MiKandi Jesse Adams GeekWire.

Adams juga mencatat bahwa perusahaannya tetap cukup 'fokus' pada Android, sebagai perusahaan yang baru-baru ini meluncurkan sistem mata uang virtual baru.

"Kami menyediakan banyak cara bagi pengguna untuk mempersonalisasikan pengalaman mereka menggunakan toko, terutama konsumsi aplikasi dewasa menjadi lebih mudah," tambahnya.

Sabtu, 05 Maret 2011

Roket Pembawa Satelit NASA 'Terjun' ke Laut

Roket Pembawa Satelit NASA 'Terjun' ke Laut

Sabtu, 5 Maret 2011 - 13:27 wib

Roket Taurus XL (Foto: Daylife)
WASHINGTON - Misi NASA meluncurkan roket Taurus XL pembawa satelit untuk mengobservasi perubahan iklim di bumi gagal total. Hanya beberapa menit setelah diluncurkan, roket itu 'terjun bebas' ke Samudera Pasifik.

Belum lama ini, NASA meluncurkan roket Taurus XL yang membawa satelit Glory, pukul 2:09 pagi setempat dari pangkalan Vandenberg Air Force di California. Satelit Glory akan diluncurkan untuk misi selama tiga tahun untuk menganalisa dampak partikel terbang terhadap iklim di bumi.

Namun, misi yang memakan dana sebesar USD424 juta itu ternyata gagal total. Taurus XL hanya sempat meluncur selama beberapa menit sebelum jatuh ke laut. Ini merupakan kali kedua insiden memalukan tersebut terjadi, setelah jenis roket yang sama juga terjatuh, 2009 lalu.

"Kejadian ini sangat memalukan. Mereka melewatkan sesuatu pada investigasi (atas insiden pertama) serta pekerjaan yang mereka lakukan setelah itu," cetus profesor Henry Lambright dari Syracuse University sebagaimana dikutip Yahoonews, Sabtu (5/3/2011).

Misi yang dilangsungkan divisi lingkungan NASA kerap mengalami kegagalan belakangan ini. Para pengamat menilai, pemotongan budget yang dilakukan pemerintah terhadap agensi aeronautika dan luar angkasa itu menjadi salah satu penyebabnya.

Kendati begitu, ketua Earth Science NASA, Michael Freilich, menegaskan, masalah yang dihadapi NASA tidaklah seburuk itu. "Kita tidak boleh melupakan fakta bahwa NASA kini tengah menerbangkan 13 misi riset, yang akan membawa kemajuan besar untuk ilmu bumi kita," ungkapnya.
(van)